Singkatnya Tentang Semiotik

Semiotik (semiotics) berasal dari bahasa Yunani “semeion” yang berarti tanda atau sign. Tanda disini merupakan sesuatu hal yang dapat menggantikan sesuatu yang lain sehingga memiliki kesamaan makna yang dapat mewakili wujud aslinya secara keseluruhan dan bersifat komunikatif.

Secara umum, semiotik didefinisikan sebagai berikut. Semiotics is usually defined as a general philosophical theory dealing with the production of signs and symbols as part of code systems which are used to communicate information. Semiotics includes visual and verbal as well as tactile and olfactory signs (all signs or signals which are accessible to and can be perceived by all our senses) as they form code systems which systematically communicate information or massages in literary every field of human behaviour and enterprise. (Semiotik biasanya didefinisikan sebagai teori filsafat umum yang berkenaan dengan produksi tanda-tanda dan simbol-simbol sebagai bagian dari sistem kode yang digunakan untuk mengomunikasikan informasi. Semiotik meliputi tanda-tanda visual dan verbal serta tactile dan olfactory [semua tanda atau sinyal yang bisa diakses dan bisa diterima oleh seluruh indera yang kita miliki] ketika tanda-tanda tersebut membentuk sistem kode yang secara sistematis menyampaikan informasi atau pesan secara tertulis di setiap kegiatan dan perilaku manusia). (http://id.wikipedia.org/wiki/Semiotika)

Di Eropa, para ahli menyebut ilmu ini dengan istilah semiologi, sedangkan di Amerika dikenal dengan semiotik.

Ilmu semiotik merupakan ilmu tentang tanda-tanda dimana ilmu ini menganggap segala sesuatu hal yang terjadi di alam sekitar; baik dalam hal kebudayaan, kebahasaan, dan kehidupan makhluk hidup itu sendiri sebagai tanda-tanda. Ilmu ini meyakini bahwa tanda-tanda tersebut mempunyai arti.

Berdasarkan teori milik  Charles Sander Pierce (1839-1913), semiotik memiliki tiga jenis tanda-tanda yang utama, yakni:

  1. Ikon, yaitu tanda yang memiliki arti yang sama dengan objek yang yang sebenarnya. Misalnya; foto.
  2. Indeks, yaitu tanda yang muncul dari adanya hubungan kausal (sebab-akibat) atau tanda yang langsung mengacu pada kenyataan. Misalnya; darah sebagai tanda adanya luka.
  3. Simbol, yaitu tanda yang menunjukan hubungan alamiah antara penanda dan petandanya, bersifat arbitrer, dan didasari oleh kesepekatan bersama. Misalnya; bendera, meja, dan sebagainya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s