02 February 2014 – Aku Bukan Wanita

02 February 2014 - Aku Bukan Wanita

Sebuah awal yang buruk dan tidak pantas untuk diingat.

Sebuah kematian yang jauh lebih dihargai daripada kehidupan yang melarat.

Tidak ada yang harus ditinggalkan.

Aku harap, aku akan selalu dibebaskan dari beban semacam itu.

Betapa berat,

Betapa sangat berat meninggalkan orang yang tak kunjung datang.

Dan aku terlalu sangat cermat,

untuk tidak terus mengharapkan yang tak akan pernah datang.

“Aku cinta padamu,”

Begitulah kata seorang benalu.

Adakalanya aku dibuat bimbang.

Pada sebuah ilusi aku bersandar,

Dan hidup tak mudah untuk diberi makna

tanpa sebuah kasih sayang.

Terkadang cinta tak sanggup menjelaskan jiwa yang tegar.

Gelombang kehidupan terlalu memaksa kita

untuk bergantung pada seekor kelelawar.

“Aku ingin bersamamu sampai mati.”

Begitulah ujar sang lelaki.

Setiap malam menggumamkan do’a

siangnya meneriakan berbagai kutukan pada alam.

Aku tidak sanggup membangunkan pagi.

Aku tidak lagi mampu menatap seorang dewi.

Aku tidak ingin hanya menjadi gumpalan asap dalam cerutumu.

Berhentilah menjadi seorang keparat.

Kau membuat banyak perempuan sekarat.

“Kita akan bahagia.”

Begitulah sahut seorang wanita.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s