Masih adakah guna

Masih adakah guna membaca mantera
ketika matahari pecah di dalam kepala

Masih adakah guna menulis sajak
ketika matahari robek di dalam dada

Masih adakah guna mengucapkan doa
ketika matahari meleleh di dalam jantung

Aku tak tahu bagaimana kau
ketika matahari pecah di dalam kepalamu
ketika matahari meleleh di dalam jantungmu

Ketika matahari robek di dalam dadaku
kutulis sajak ini:
Sebuah mantera tanpa suara
Sebuah doa tanpa kata

Wonomulyo, 20 Agustus 1984
Husni Djamaludin

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s