Grand Prix Argentina Minggu Lalu

GP Argentina kemarin mengeluarkan Marc Marquez sebagai juaranya setelah sebelumnya dia berhasil meraih pole position. Kemenangan tersebut menjadi hal yang dirindukan oleh Marc dan timnya, sekaligus menjadi pemicu utamanya untuk meraih gelar juara-juara lainnya di seri-seri berikut. Baru memasuki seri kedua tetapi sudah sangat menegangkan.

Race kemarin berjalan flag to flag pada awalnya. Di awal race pembalap ducati Andrea Dovizioso langsung melesat diikuti Lorenzo. Saat itu Marc harus berjuang karena di belokan pertama semua pembalap berkumpul dan saling bersenggolan. Dani Pedrosa pun sampai harus keluar dari 10 besar akibat menghindari senggolan yang mungkin akan membuatnya terjatuh dengan Andrea Ianone.

Secara perlahan namun pasti, Marc berhasil menyalip pembalap pembalap di depannya termasuk Valentino dan Jorge hingga akhirnya ia mengambil alih posisi pertama, menyingkirkan Dovizioso dan performa Ducati ke posisi belakang. Marc dan Rossi akhirnya memimpin. Sayangnya Lorenzo harus terjatuh dan tidak dapar mengikuti balapan hingga selesai.

Bagaikan De Javu, Marc dan Rossi kembali bertarung sengit memperebutkan posisi pertama. Hingga akhirnya bendera dikibarkan dan semua pembalap harus memasuki Pit untuk mengganti motornya. Kedua pembalap ini memasuki BOX secara bersamaan. Bahkan ketika hendak memasuki jalur Pit Stop pun keduanya masih menunjukkan nafsu untuk bertarung. Beruntung, Marc dapat keluar lebih dulu. Kalau pada awalnya Marc sedikit agak kesulitan mengendalikan motornya, kali ini ia dapat mengendarainya dengan maksimal, membuat gap yang semakin lama semakin sulit dikejar oleh Rossi yang agak sulit mengendarai motornya.

Balapan tersisa 5 lap l, Vinales membuat kejutan dengan menyusul Rossi dan menduduki posisi kedua. Tapi tak lama kemudian, duo Ducati ikut nimbrung memperebutkan posisi kedua. Rossi benar-benar dibuat kewalahan oleh duo Ducati dan Vinales dari Suzuki yang membuat terpesona beberapa pihak. Sayangnya, nafsu Vinales untuk naik podium harus berhenti karena ia terjatuh dari motornya setelah bertarung dengan Ducati. Kali ini Dovizioso dan Ianone ada di posisi kedua dan ketiga.

Lap terakhir, loh. Tikungan terakhir pula.

Saking bernafsunya untuk menempati posisi kedua, Ianone kehilangan kendali dan aksinya dalam menyusul rekan satu timnya malah membuat keduanya keluar dari lintasan akibat motor Ianone menyentuh dan menyeret motor Dovi.

Hal itu jelas merupakan kerugian dan penyesalan bagi tim Ducati tetapi keuntungan bagi Rossi yang menempati posisi kedua dan Pedrosa di posisi ketiga. Marc menang. Rossi Senang. Dan Pedrosa tetap tenang; tak ada yang menarik bagi Pedrosa karena ia sendiri pun mengakui performanya saat itu tidaklah baik.

Nasib kedua pembalap ducati benar-benar disayangkan. Keduanya sangat berpeluang naik podium mengingat performa motor Ducati yang selalu bagus di Argentina. Namun, itulah balapan, pembaca. Tak bisa kita menyalahkan seseorang sebagai penyebab kehilangan poin.

Semangat untuk Ducati.

Vinales patut diperhitungkan.

Sampai jumpa di sesi selanjutnya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s