Austin Memang Milik Marc Marquez

Minggu (10/April/2016), Circuit de America menjadi sirkuit ketiga yang menggelar balapan MotoGP musim ini. Cuaca yang cerah menjadi nilai plus dan membuat balapan semakin menarik.

image

Warm- up lap #AmericasGP

Barisan depan diisi oleh Marc, Jorge, dan Valentino. Semua mata tertuju pada ketiganya: mengharapkan akan adanya aksi susul-menyusul menarik yang dilakukan oleh ketiga pembalap kelas raja tersebut dalam 21 putaran. Hingga bendera merah meninggalkan sirkuit dan lampu hijau menyala, Lorenzo langsung melesat ke depan sampai pada tikungan pertama ia melakukan kesalahan dengan sedikit melebar dan memberikan celah untuk Marc kembali memimpin di depan. Sejak tikungan pertama, posisi pembalap mulai menjadi chaos.

image

Pertarungan terjadi di belakang Marc antara Lorenzo, Rossi, Pedrosa, A.Espargaro, Ianone, Dovizioso, dan Vinales. Semuanya salin berebut posisi teratas. Rossi yang berada di posisi ketiga berusaha mempertahankan posisinya pada saat itu. Di putaran dua pada tikungan kedua, nasib sial menimpa Valentino Rossi yang kala itu membuntuti rekan satu timnya. Rossi terjatuh dari motornya dan tidak dapat melanjutkan balapannya.

image

Rossi tampak kesal karena harus terjatuh di balapan penting itu

Kejadian itu membuat beberapa pendukung Rossi kecewa tentunya. Namun balapan tetap berlangsung seru. A.Espargaro berulang kali mencoba memasuki barisan depan. Pemilihan ban soft untuk bagian depan dan belakang membuatnya dapat memacu cepat motorya di lintasan. Belum lagi Suzuki memang sedang dalam performa terbaik mereka awal musim ini.

Akan tetapi, rentetan drama mulai terjadi di belakang Marc yang tetap memimpin balapan. Di lap keenam, Pedrosa kehilangan kendali saat akan menyusul Dovizioso setelah melihat peluang karena Dovizioso melakukan kesalahan dengan melebar ditikungan. Yang terjadi adalah Pedrosa menyeret Dovizioso keluar dari lintasan karena terlalu memaksakan motornya masuk ke dalam. Nasib sial lagi-lagi menimpa Dovizioso setelah sesi sebelumnya di Argentina hal yang sama terjadi padanya dengan rekan satu timnya.

image

Pedrosa meminta maaf pada Dovizioso

Pedrosa langsung berlari dan menghampiri Dovizioso yang tampak tak berdaya di pinggir lintasan. Ia meminta maaf kepada Dovizioso. Hal yang mengharukan, bukan? Keadaan keduanya baik-baik saja. Pedrosa kembali melanjutkan balapa dan menempati posisi 18. 

Hal yang sama terjadi pada Bradley Smith dan Cal Crutchlow. Cal kembali melanjutkan balapan, menemani Pedrosa di barisan belakang.

Tersingkirnya Rossi, Pedrosa, dan Dovizioso dari barisan depan, membuat Lorenzo dan Ianone berada di posisi kedua dan ketiga. Suzuki menempati posisi keempat dan kelima yang mana A.Espargaro dan Vinales berebut posisi terdepan.

Meskipun mampu melanjutkan balapan hingga usai, Pedrosa menghentikan balapnya di lap ke 11 dan langsung masuk ke garasi. Bukan karena masalah mesin motornya, tetapi karena rasa bersalahnya yang menyeret Dovi keluar lintasan bersamanya. Ia langsung mendatangi garasi Ducati dan menghampiri Dovi yang saat itu tampak sangat terpukul dengan kondisinya. “Aku benar-benar meminta maaf pada tim Ducati dan khususnya kepada Dovizioso karena menyeretnya keluar dari lintasan,” ungkap Pedrosa.

Seolah tidak menghiraukan kejadian-kejadian di belakangnya, Marc terus memimpin balapan selama 21 putaran tanpa halangan. Dia kembali mengklaim Austin dengan memenangi balapan selama 4 musim berturut-turut sejak kedatangannya di kelas raja.

image

Marc Marquez kembali mengklaim Austin

Siapa yang mampu menghentikan Marc Marquez di sini? Siapa yang mampu mematahkan rekornya di Austin? Sampai saat ini belum ada kecuali ambisi tinggi dari para pembalap lainnya untuk menghentikan aksinya di Amerika.

Sementara itu, Vinales yang memanfaatkan pemilihan ban Mediumnya untuk bagian depan, berhasil menyusul rekan satu timnya dan menempati posisi ke empat. Suatu hasil yang membanggakan untuk Suzuki. Selamat ya.

image

MotoGP selfie

Dan podium di Americas Grandprix kali ini diisi oleh wajah-wajah ceria Marc, Lorenzo, dan Ianone. Ketiganya menyatakan puas dengan posisi yang mereka raih setelah berjuang habis-habisan meraihnya. Ianone mendedikasikan podiumnya untuk seluruh kru tim Ducati yang telah berjuang bersamanya.

Hasil balapan kali ini membuat Marc tetap berada di posisi teratas klasemen. Suatu hal yang berbahaya bagi pembalap lain yang juga mengincar title juara dunia musim ini.

Bagaimana aksi selanjutnya? Nantikan kehadiran riders favoritmu di Jerez, Spanyol 24 April mendatang.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s