Dia Yang Memandangi Samudera 

Apa yang membuatmu memandangi samudera? Selalu mendapatimu memandangi samudera biru yang membentang luas di hadapanmu. Seolah kau menunggu sesuatu dari seberang sana. Apakah kau menunggu kedatangan kapal besar yang mengangkut belahan jiwamu? 

Apa yang membuatmu suka memandangi samudera? Kau selalu berada di dekat lautan dan melemparkan tatapan merindu pada bentangan si biru yang indah itu. Kau senang menyaksikan matahari yang terbenam, seolah samudera telah menenggelamkan mataharimu dan menggantinya dengan kegelapan. Apakah kau mengharapkan kedatangan perahu kecil yang didayung oleh belahan jiwamu di kala senja? 

Apa yang membuatmu selalu memandangi samudera? Kau seolah ragu dan enggan untuk mengambil langkah. Kau tahu bahwa di seberang samudera yang kau pandangi itu ada seseorang yang memanggil namamu dalam diam. Bentangan samudera yang menjadi jarak di antara kalian menyediakan seseorang yang siap untuk menjadi tempatmu berlabuh. Kau tahu bahwa seseorang ada di seberang sana, mengingat dan mendoakanmu. 

Apa yang membuatmu senantiasa memandangi samudera? Tidak maukah kau menyelami dalamnya samudera dan menghampirinya? Sudikah kau menaiki kapal besar itu untuk segera berlabuh di sampingnya? 

Kau memandangi samudera untuk menemukan seseorang yang menantimu di seberang samudera sana. 
Bandung, 23 November 2016

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s