Terima Kasih dan Selamat Datang

Halo kawan,

Hanya dalam waktu kurang dari 48 jam tahun 2016 ini akan berakhir. Namun, sudah siapkah kita semua menyambut tahun yang baru? Apa harapan dan rencanamu di tahun depan?

Sebelum kita sibuk menyambut dan mempersiapkan hal-hal baru untuk tahun depan, tengoklah sejenak ke belakang, kepada mereka dan apa-apa yang telah membantu kita melewati tahun 2016 ini. Tentunya banyak kisah yang terjadi di tahun 2016 ini dan ada berbagai macam akhir cerita. Sudahkah kau mendapatkan “Happy Ending”-mu?

THANK YOU 2016

Bagaimana pun akhir ceritanya, cobalah untuk melihat hal-hal positif yang telah terjadi di tahun ini. Mari kita berterima kasih kepada Tuhan yang Maha Esa karena kita masih diberikan kesehatan dan keselamatan untuk bisa sampai dipenghujung tahun. Berterima kasihlah karena kita masih diberikan rezeki yang berlimpah di tahun ini. Berterima kasihlah karena Dia tidak pernah meninggalkan kita sedetik pun. Maukah kita berada lebih dekat lagi denganNya?

Bagaimana pun akhir ceritanya, cobalah untuk melihat hal-hal positif yang telah terjadi di tahun ini. Mari kita berterima kasih kepada kedua orang tua kita karena mereka selalu mau menyertai kita dalam keadaan apa pun. Berterima kasihlah atas doa-doa yang mereka panjatkan dalam setiap sujud mereka. Berterima kasihlah karena mereka selalu menyayangi, mengasihi, dan menjaga kita tanpa syarat. Berterima kasihlah karena kita telah menjadi manusia yang (mudah-mudahan) berhasil karena pengorbanan mereka. Beterima kasihlah karena kita ada berkat mereka. Maukah kita terus ada di samping mereka hingga akhir hayat nanti?

Bagaimana pun akhir ceritanya, cobalah untuk melihat hal-hal positif yang telah terjadi di tahun ini. Mari kita berterima kasih kepada teman-teman kita karena mereka membuat kita menjadi lebih tahu dan bersosialisasi. Berterima kasihlah kepada mereka yang tanpa diminta sudah mau menjadi sahabat kita yang baik. Berterima kasihlah kepada mereka karena selalu menemani kita ketika sedang berada sendirian di luar: nonton film, belanja baju, membeli buku, menjelajah alam, sampai mengunjungi service centre karena gadget kita rusak. Berterima kasihlah kepada mereka karena selalu mau mendengarkan curhatan kita yang kalau seandainya kita ingat kembali ternyata begitu konyolnya kita ini dulu. Berterima kasihlah kepada mereka karena masih sudi mengabari kita ketika ada lowongan pekerjaan di saat kita sedang menganggur. Maukah kita masih menjadi teman baik mereka nanti?

Bagaimana pun akhirnya, cobalah untuk melihat hal-hal positif yang telah terjadi di tahun ini. Mari kita berterima kasih kepada takdir karena kita mendapatkan kesempatan untuk menjadi diri kita yang sekarang. Beterima kasihlah karena meskipun kita tidak mendapatkan apa yang sudah kita usahakan kita masih diberikan hal yang lebih baik. Berterima kasihlah karena kita ditempatkan pada tempat yang sama baiknya dengan apa yang sudah kita cita-citakan. Berterima kasihlah karena kita dikelilingi oleh orang-orang yang sama sayangnya dengan mereka yang selalu kita tunggu-tunggu kehadirannya. Berterima kasihlah karena kita masih diberikan kesempatan untuk merasakan kesuksesan yang sama berhasilnya dengan apa yang ingin kita capai. Maukah kita mensyukuri takdir kita?

Bagaimana pun akhirnya, cobalah untuk melihat hal-hal yang positif yang terjadi di tahun ini. Mari kita berterima kasih atas semua pelajaran dan pengalaman yang telah kita dapatkan dan alami di tahun yang kemudian mengantarkan kita pada akhir tahun yang begitu penuh tawa.

WELCOME

Tidak peduli di mana, bagaimana, dan dengan siapa kita menghabiskan tahun 2016 dan menyambut tahun 2017. Tahun lalu akan menjadi kenangan. Tahun depan akan menjadi sebuah misteri. Tidak peduli sesibuk apa kita mempersiapkan diri kita untuk mengubur kenangan dan menyambut masa depan, hidup masih akan dipenuhi stereotype yang sama. Perbedaannya hanya bagaimana cara kita menghadapinya saja.

Akan ada di mana kita di masa depan?

Saatnya untuk menyambut dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Nanti kita akan merindukan kampung halaman. Nanti kita akan merindukan orang-orang terdekat kita. Dan nantinya kita akan mendapatkan rumah baru dan tema-teman baru juga.

Saatnya untuk mengucapkan selamat tinggal pada kamar tidur kita, yang walaupun kecil dan berantakan dengan baju-baju, buku-buku, DVD, dan peralatan make up berserakan di seantero ruangan masih memberikan kenyamanan kepada kita. Nanti kita akan berhadapan ruang tidur yang baru dengan properti-properti yang mungkin berbeda dengan properti yang biasa kita gunakan dan urus dalam keseharian kita dulu. Nanti kita akan berada di atas ranjang yang berbeda dalam balutan selimut yang (mungkin) masih sama karena kita sengaja menggusur kenangan ke masa depan. Dan nantinya kita akan berhadapan dengan suasanan ruang tidur baru dan kenyamanan baru.

Saatnya untuk membiasakan dengan musim-musim alam yang baru. Nantinya kita tidak hanya akan mengalami dua musim saja dalam satu tahun. Nanti kita akan merasakan suhu udara di bawah 15 derajat celcius dan berpakaian serba tebal. Nanti kita akan mengalami suhu di atas 30 derajat celcius yang seolah-olah kita sedanga berada di dalam oven besar saja. Dan nanti kita akan bersahabat dengan empat musim di dalam satu tahun.

Saatnya untuk mengucapakan selamat tinggal kepada kendaraan bermotor roda dua yang kerap kali menjadi penyelamat di kala macet dan sekaligus ancaman di jalan raya. Nanti kita akan dipaksa berjalan kaki untuk menempuh jarak 8 KM. Nanti kita akan harus mengantri naik angkutan umum. Dan nanti kita akan menjadi manuasia yang (semoga) semakin memahami aturan lalu lintas.

Saatnya untuk menyambut bahasa sehari-hari yang baru. Nanti kita akan terus berbicara bahasa asing. Nanti kita akan berhadapan dengan aksen punutur yang beragam dan budaya yang beragam. Dan nanti kita akan fasih berbahasa asing.

Akan bagaimana kita di masa depan?

Saatnya untuk meninggalkan diri kita yang selalu menyia-nyiakan waktu. Nanti kita akan berpacu dengan waktu. Nanti kita tidak akan mendapatkan toleransi ketika kita terlambat. Dan nanti kita akan menjadi (mudah-mudahan) orang yang tepat waktu.

Saatnya untuk menyambut hari-hari yang dihabiskan dengan berbagai macam manfaat. Nanti kita akan tidak rela jika kita hanya menghabiskan hari tanpa melakukan sesuatu. Nanti kita akan kecewa jika kita tidak membantu yang lainnya. Dan nanti kita (semoga) akan menjadi manusia yang lebih bermanfaat.

Saatnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Nanti kita tidak akan bersama orang tua yang siap siaga melindungi kita ketika kita dicaci orang. Nanti kita akan mendapatkan kesulitan yang harus kita atasi sendirian. Nanti kita akan berhadapan dengan kehidupan yang begitu banyak tantangannya. Dan nanti kita akan menjadi manusia yang mandiri dan dewasa.

Akan dengan siapa kita di masa depan?

Saatnya untuk mulai tersenyum pada orang asing. Nanti kita akan merindukan orang tua, saudara-saudara, dan teman-teman kita. Nanti kita akan bertemu banyak orang baru dengan sifat dan karakter yang (mungkin) mengagetkan. Dan nanti kita akan mendapatkan tambahan saudara-saudara baru.

Saatnya untuk mulai terbiasa dengan perhatian orang lain. Nanti kita tidak akan diperhatikan oleh orang-orang yang sama yang selama satu tahun ini terus menyertai kita. Nanti kita akan bergaul dengan orang-orang yang lebih beragam dari sebelumnya. Nanti kita akan menjalani hari-hari bersama orang asing. Dan nanti kita akan menemukan kekasih baru.

Saatnya untuk mulai bisa menerima perbedaan. Nanti kita akan bertemu dengan banyak orang yang tidak sepaham dan seiman dengan kita. Nanti kita akan merasakan menjadi kaum minoritas. Nanti kita akan menjadi pribadi yang paling berbeda dengan orang lain. Dan nanti kita akan lebih bisa bertolerensi terhadap perbedaan manusia dan bebaur dengan orang-orang dari segala penjuru dunia.

Saatnya untuk menerima kehadiran orang yang baru. Nanti kita akan bertemu dengan orang yang lebih baik. Nanti kita akan bertemu dengan orang yang mungkin saja lebih cocok. Nanti kita akan mulai melupakan yang sudah pergi dan mulai menerima yang sedang datang. Dan nanti kita akan bersama dengan pasangan yang sempat kita kira tidak akan menjadi pasangan kita.

Selamat tahun baru. Selamat menempuh hidup baru.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s