Sekilas tentang Pengajaran BIPA di Luar Negeri

Bahasa Indonesia. Budaya Indonesia.

Sudah sepatutnya masyarakat Indonesia sendiri mengetahui dan sadar akan pentingnya melestarikan Bahasa Indonesia, Bahasa Nasional Indonesia. Bahasa yang menjadi alat pemersatu bangsa Indonesia ini telah banyak dipelajari di luar negeri sebagai subjek di beberapa sekolah dan univeristas. Misalnya di negera tetangga Indonesia, Australia. Di negara bagian Victoria bahasa Indonesia menjadi mata pelajaran bahasa asing yang masuk dalam kurikulum pendidikannya. Dan hal yang mengejutkan sekali adalah Bahasa Indonesia sudah diperkenalkan sejak sekolah dasar.

Bahasa merupakan subjek yang luas. Ketika bahasa mulai dikenalkan dan diajarkan maka budaya pun ikut serta di dalamnya. Bahasa dan budaya merupakan dua elemen yang tidak dapat dipisahkan: keduanya saling melengkapi satu sama lain. Oleh sebab itu, pengenalan budaya dapat diajarkan melalui bahasa.

Hal ini yang terjadi pada pengejaran Bahasa Indonesia di luar negeri, Australia contohnya. Di negera ini budaya Indonesia diperkenalkan kepada siswa-siswa sekolah dasar yang mengajak mereka berkenalan dengan negara Indonesia: di mana Indonesia terletak, ada berapa jumlah pulau di Indonesia, berapa banyak jumlah penduduknya, bagamana kehidupan masyarakat di Indonesia, makanan dan minuman khas Indonesia, kesenian dan permainan tradisional Indonesia, dan hal-hal lain yang bersangkutan dengan Indonesia. Uniknya, mereka begitu menyukai kebudayaan Indonesia dan hal itu menimbulkan ketertarikan mereka untuk mempelajari bahasa Indonesia.

Di tingkat sekolah dasar, Bahasa Indonesia lebih ditekankan pada pengajarannya melalui pengenalan budaya. Para siswa diajak untuk mengetahui nama-nama benda, buah-buahan dan sayuran, hewan-hewan, dan lagu-lagu anak dalam permainan-permainan tradisional. Nama-nama tersebut dapat mulai dikaitkan dengan kalimat atau frasa singkat sebagai bekal dasar pembelajaran Bahasa Indonesia. Siswa-siswa di tingkat sekolah dasar ini umumnya senang dengan permainan dan berbagai kegiatan aktif yang memiliki hubungan dengan pembelajaran bahasa Indoensia. Misalnya dalam permainan congklak, siswa-siswa diajak untuk berkenalan dengan angka-angka dalam bahasa Indonesia dan mulai berhitung dalam bahasa Indonesia melalui permainan tradisional ini. Bermain sambil belajar. Itulah gambaran singkat kegiatan pengajaran BIPA di luar negeri di tingkat dasar.

Masuk ke tingkat menengah pertama, Bahasa Indonesai mulai ditingkatkan level pembelajarannya. Siswa mulai diajarkan menggunakan bahasa percakapan dalam Bahasa Indonesia dan diajak untuk melihat Indonesia lebih dekat. Di tingkat ini mereka mulai diperkenalkan pada tatanan budaya dan bahasa yang sedikit lebih kompleks dan interaksi sosial masyarakat Indonesia. Namun, kadang kala siswa tahun pertama pada tingkat menengah ini harus kembali diajak pada hal-hal mendasar terkait pengetahuan berbahasa dan budaya Indonesia sebab tidak semua memiliki dasar pengetahuan berbahasa dan budaya yang kuat atau bahkan tidak sedikit juga yang tidak memilikinya sama sekali. Hal ini disebabkan oleh masih adanya beberapa sekolah dasar yang belum memiliki Bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran di sekolahnya dengan alasan keterbatasan sumber daya manusia.

Hal yang lebih menarik dan lebih menantang terjadi di tingkat menengah atas. Di tingkat ini. Bahasa Indonesia sudah menjadi mata pelajaran pilihan mereka yang berarti 89,99% dari pembelajarnya adalah mereka yang benar-benar serius ingin mempelajari Bahasa Indonesia. Jangan pernah remehkan kemampuan orang asing dalam berbahasa Indonesia. Jika anak SMA di Indonesia sudah pandai berbahasa Inggris, anak SMA di negeri  tetangga ini pun sudah cukup pandai berbahasa Indonesia. Mereka memang sudah mulai serius mempelajarinya. Sehingga materi yang diberikannya pun mulai kompleks. Seringkali pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat ini dihadapkan pada ‘pembedahan artikel’ yang memiliki tema cukup dewasa pula. Sebab, mereka diberikan pengajaran bahasa beserta pengetahuan luas melalui perspective bahasa kedua yang mereka pelajari. Hal ini bertujuan membantu mereka dalam mencapai pemahaman suatu objek dan kemampuan penyampaian objek tersebut dalam bahasa target.

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s