Dari Losail ke Argentina Lalu Austin! Marc Marquez Mematahkan Kemenangan Vinales

Musim 2017 ini, MotoGP kembali dibuka di sirkuit Losail, Qatar. MotoGP hadir dengan formasi baru yang begitu sangat dinanti oleh para penggemar otomotif. Drama yang terjadi di tahun sebelumnya malah membuat MotoGP musim ini semakin asyik untuk diikuti. Dengan pindahnya Iannone ke Suzuki, Lorenzo ke Ducati, Vinales ke Yamaha, dan hadirnya para rookie seperti Zarco dan Rins, serta motor KTM dan Aprillia yang kembali ikut meramaikan ajang balap motor paling bergengsi di dunia ini membuat musim 2017 pantas untuk dinantikan dan menarik untuk terus diikuti.

PA2106072.0008

2017 MotoGP Squad

Tidak salah jika kebanyakan pengamat MotoGP memprediksikan Vinales akan semakin berkembang bersama dengan tim Yamaha Moviestar. Hal ini berhasil ia buktikan dengan meraih kemenangan perdananya di tahun 2017 pada GrandPrix pertama di Qatar. Tidak hanya itu, dia pun kembali memenangkan GrandPrix selanjutnya yang berlangsung di Argentina dua pekan lalu. Publik kembali dibuat terpukau dengan kemampuan para pembalap Spanyol yang begitu mendominasi dunia MotoGP.

Zarco, pembalap asal Perancis, yang masuk ke tim Monster Yamaha Tech 3 di tahun ini juga tidak dapat dipandang sebelah mata oleh para senior-seniornya. Semangat muda dan gayanya yang agresif membuat dia begitu berani bertarung dilintasan dan bahkan sempat memimpin beberapa putaran awal di Qatar. Meski sering kali bersikap ceroboh, dia masih patut diperhitungkan.

Marquez, juara dunia tahun lalu, gagal meraih podium di GP Qatar dan tidak finish di GP Argentina meski sudah mencetak waktu terbaiknya di lintasan. Tetapi harapan dia untuk kembali jaya mulai bersinar lagi di Austin, GP Amerika, yang notabene sirkuit miliki pembalap bernomor 93 itu.

circuit-of-the-americas

Circuit of The America

21 putaran harus dilalui oleh para pembalap di Austin, GP Amerika. Marc Marquez kembali meraih pole position di sirkuit favoritnya diikuti oleh Vinales, Rossi, dan Pedrosa. Sejak dimulainya balapan, Pedrosa memimpin balapan selama beberapa lap yang terus dibuntuti oleh rekan satu timnya, Marquez dan Rossi di posisi ketiga. Zarco yang berada di posisi kelima membalap dengan begitu agresif. Rookie yang satu ini begitu bersemangat mengikuti Vinales yang akhirnya harus keluar dari arena balapan karena terjatuh di tikungan ke 18 pada lap kedua. Nasib sial itu diikuti oleh Karel Abraham yang juga harus terjatuh di lap yang sama.

Di Austin kali ini, Pedrosa menggunakan ban medium untuk ban depannya dan hard untuk ban belakangnya. Berbeda dengan rekan satu timnya yang memutuskan untuk memakai hard pada kedua bannya. Perbedaan itu juga terjadi pada Rossi yang justru memilih ban medium untuk kedua bannya. Umumnya, pembalap di sini memakai ban hard yang disebabkan oleh temperatur udara yang panas sehingga bisa menimbulkan ban cepat habis jika menggunakan ban yang lebih lunak.

Di lap kelima, Zarco mencetak catatan waktu tercepat yaitu 2 menit lima detik lebih cepat dari catatan waktu Rossi yang berada di depannya. Ancaman besar bagi Rossi dari pembalap muda yang begitu berani di lintasan. Berkali-kali dia mencoba melewati Rossi hingga ia pun sempat mendorong Rossi sedikit melebar, keluar dari lintasan. Gaya agresifnya ini malah membuat dia kehilangan celah untuk melewati Rossi yang berhasil menghindar  dari nasib sial akibat sentuhan dengan pembalap muda asal Perancis itu di lap keenam. Namun Rossi malah diberikan penalti tiga detik karena dianggap mengambil keuntungan dari insiden di tikungan keempat yang menyebabkan Rossi mengambil jalan pintas guna terhindar dari kecelakaan.

Di lap keenam ini pula Marquez mulai mencoba mengambil alih posisi Pedrosa yang sedang memimpin balapan. Namun Pedrosa masih pantang menyerah dan memberikan perlawanan yang lebih kepada rekan setimnya itu. Ruginya, ban depan milik Pedrosa mulai sedikit sulit menyesuaikan diri dengan temperatur aspal di lintasan sampai akhirnya Sang Raja Austin pun berhasil mengambil alih posisi pertama di lap ketujuh. Gap antara Pedrosa dan Rossi pun mulai melemah di sektor ketiga dan keempat.

Ketidakberuntungan lainnya kembali dialami oleh Pol Espargaro dari tim KTM  dan juga saudaranya AEspargaro yang mengalami masalah dengan motornya dan harus masuk ke pit. Di sisi lain, Loriz Baz juga harus keluar dari lintasan dan tidak mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan balapan. Selanjutnya, Sam Lowes dan Alvaro Bautista pun ikut terjatuh dan DNF.

Memasuki putaran keempat belas, Marc semakin mantap memimpin balapan dan mencetak catatan waktu terbaik 2:04.103 meninggalkan Pedrosa dan Rossi dibelakangnya. Sementara itu, Lorenzo dan Iannone bertarung sengit memperebutkan posisi ketujuh. Dua pembalap yang sama-sama berada di tim yang baru ini masih mencoba untuk mendapatkan setelan yang pas dengan tunggangan mereka: Iannone yang begitu putus asa untuk bisa finish dengan motor Suzukinya dan Lorenzo yang begitu putus asa untuk kembali masuk ke barisan depan dengan motor Ducatinya. Sisa lima putaran terakhir, keduanya bertarung lebih sengit.

Tidak hanya itu, Cal Crutchlow juga mencoba untuk mengambil alih posisi Zarco yang ada di posisi keempat. Ada juga Rossi yang masih membuntuti Pedrosa di posisi kedua. Namun, sekali lagi dalam balapan bukan hanya soal skil dalam mengendarai, skil dalam menentukan setelan ban dan mesin pun akan memengaruhi di posisi berapa pembalap itu akan finish. Yang menguntungkan bagi Honda di Austin ini adalah mereka memiliki  tenaga kuda yang mampu membuat mereka melesat cepat dilintasan. Tetapi, Rossi dengan motor Yamahanya  akhirnya mampu mengambil alih Pedrosa di dua putaran terakhir sekaligus menutup celah Pedrosa untuk melaluinya lagi. Hal seru lainnya juga terjadi di antara Crutchlow dan Zarco, Iannone dan Lorenzo, serta Petrucci yang saling mengambil alih posisi.

Hingga lap terakhir, Marc Marquez kembali meraih kemenangan di GrandPrix Amerika ini  dengan catatan waktu 43:58.770 diikuti oleh Rossi, Pedrosa, Cal, Zarco, Dovizioso, Iannone, Petrucci, Lorenzo, dan Miller. Hasil ini membuat Rossi memimpin championship dengan poin 56, menggeser rekan satu timnya, Vinales, di posisi kedua yang terpaut enam poin saja. Marquez akhirnya naik ke posisi ketiga dengan poin 38. Dan Yamaha masih memimpin konstruktor diikuti Honda, Ducati, Suzuki, Aprillia, dan KTM.

Lima kemenangan untuk Marc Marquez di Austin!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s