Menyaksikan Grand Prix Australia secara langsung (F1)

Halo untuk para penggemar F1 dan MotoGP.

Kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya dalam menyaksikan balapan F1 dan MotoGP secara langsung di Australia.

Negeri kanguru ini memiliki banyak sirkuit internasional yang dijadikan ajang balapan F1 dan MotoGP. Sebutlah dua sirkuit yang sudah tergambar dipikiran para penggemar sekalian: Albert Park dan Phillip Island. Kedua sirkuit ini terletak di kota Melbourne, negera bagian Victoria di Australia.

Albert Park merupakan sirkuit jalanan yang digunakan sebagai sirkuit pertama yang membuka balapan F1 setiap bulan Maret. Sirkuit Albert Park terletak di tengah kota Melbourne yang dapat ditempuh sekitar 15 menit dengan menggunakan transportasi Tram dari stasiun utama Flinders Street atau Southern Cross. Dari Bandara Internasional Tullamarine, Melbourne, Anda dapat menggunakan jasa bis Sky Bus menuju stasiun Southern Cross yang ditempuh selama 30 menit dengan biaya AUD $19. Dari stasiun tersebut, Anda harus berjalan sekitar 5 menit menuju intersection jalan Swanston St/Collin St untuk dapat pergi menuju sirkuit dengan menggunakan Tram rute 96, GRATIS!!! Pemerintah setempat sengaja memberikan layanan gratis bagi Anda para penggemar F1. Cek semua transportasi Victoria di sini. Tapi jangan lupa untuk menunjukkan tiket masuk Grand Prix Anda pada petugas. Tram akan langsung membawa Anda menuju gate 1, 2, 3, dan 10. Jika Anda ingin masuk melalui gate 4, 5, 8, dan 9, Anda harus naik tram rute 3a, 3, 5, 5a dan sebagainya yang dapat Anda temukan di depan stasiun Flinders Street di jalan Flinders St/Swanston St. Cek tiket Anda untuk memastikan gate mana yang harus Anda pilih untuk dapat mengakses grandstands terdekat Anda. Klik di sini untuk dapat membeli tiket F1 Grand Prix Australia.

Danau dan taman Albert Park menjadi keunikan tersendiri bagi sirkuit ini. Di sirkuit ini, Anda dapat melihat pemandangan kota Melbourne dengan gedung-gedung pencakar langitnya yang begitu menakjubkan di penghujung musim panas di Australia. Jika cuacanya cerah, maka Anda akan dimanjakan dengan langit birunya kota Melbourne yang indah. Namun para penggemar F1 sekalian jangan sampai lupa untuk mengoleskan sun screen dikulit tubuh Anda sebab sinar matahari kota Melbourne cenderung kejam. Ditambah lagi dengan cuaca kota Melbourne yang sering kali tidak dapat diprediksi  membuat Anda harus menyiapkan persiapan lainnya seperti payung dan jas hujan. Kalau Anda penggemar F1 sejati, pasti Anda sudah sering menyaksikan Grand Prix Australia yang diguyur hujan.

Nah, kalau Anda khawatir soal akomodasi, Anda tidak perlu merasa takut. Banyak hotel berbintang, Backpacker Hostel, Airbnb, dan akomodasi lainnya. Jika Anda datang ke Melbourne lebih awal dan merasakan jetlag yang tidak tertahankan, Anda dapat menginap disekitar Suburb Craigieburn, Essendon, atau Glenroy dan setelah itu Anda dapat pergi ke CBD keesokan harinya dengan menggunakan kereta Metro atau catch an uber. Kalau Anda ingin berada begitu dengan sirkuit Albert Park maka Anda dapat mencari akomodasi di sekitar St. Kilda dan Port Melbourne. Kedua tempat ini selain dekat dengan sirkuit juga merupakan tempat pesisir pantai yang akan memanjakan Anda dengan lautan dan restoran-restoran view laut dengan santapan yang luar biasa enaknya. Budgetnya? Well, semakin dekat dengan CBD dan sirkuit, maka akan semakin besar pula biayanya. Saya sarankan booking semuanya sejak jauh-jauh hari. Begitu Anda mengetahui kapan GP Australia akan digelar, segera apply for holiday visa ke Melbourne dan cari akomodasi yang tepat! You know the drill.  

Para penggemar sekalian, akhir pekan ini (23-25 Maret 2018) aksi balapan Formula 1 akan resmi digelar di Melbourne, Victoria, Australia. Sudahkah Anda mempersiapkan semuanya?

Sampai jumpa di GP Australia pekan ini!

 

Kemenangan Nomor 2 Dovizioso, Ducati Kembali Percaya Diri

GP Spanyol kemarin di gelar di sirkuit Catalunya, Barcelona. Sirkuit ini menjadi rumah bagi para pembalap Spanyol yang sekaligus mengharapkan kemenangan di negara asalnya. Di tahun 2017 ini, sirkuit Catalunya mengubah layout di tingkungan 10 dan 12. Jika sebelumnya MotoGP menggunakan layout 13 tikungan, sekarang tikungan di sirkuit ini bertambah tiga menjadi 16 tikungan. Hal ini dilakukan mengingat insiden yang terjadi pada Luis Salom di tikungan 12 yang menyebabkan kematian pada pembalap Moto2 itu. Demi keamanan lah perubahan layout ini dilakukan.

Siapa yang tidak menjagokan Dani Pedrosa, Marc Marquez, Jorge Lorenzo, dan pembalap muda dari tim Yamaha M. Vinales. Mereka menjadi kebanggaan masyarakat negara Spanyol. Namun, MotoGP tidak selalu berorientasi pada pembalap asal Spanyol. Pembalap asal Italia pun tidak kalah mainnya.

Di Grand Prix kemarin (Minggu, 11 Juni 2017), Dani Pedrosa berhasil meraih pole position dengan catatan waktu 1’43.870 yang terpaut 0.331 detik dari Jorge Lorenzo di posisi kedua. Di babak kualifikasi, pembalap dari tim Movistar Yamaha Maverick Vinales dan Valentino Rossi tidak dapat menembus barisan depan. Vinales harus start dari posisi sembilan dan Rossi dari posisi ke-13.

Saat balapan dimulai, Lorenzo sempat memimpin dibeberapa putaran. Namun dia dengan motor Ducatinya tidak dapat bertahan lama. Marquez, Pedrosa, Zarco, Dovizioso, dan Folger bergantian mencoba untuk terus bertahan menjadi pimpinan race.

Danilo Petrucci yang pada Grand Prix Italia sebelumnya meraih podium kedua harus menjadi pembalap pertama yang keluar dari lintasan di putaran kedua. Disusul oleh Jack Miller dan Aleix Espargaro pada lap ke-12 dan ke-18. Ketiga pembalap ini benar-benar tidak beruntung tetapi keadaan ketiganya OK.

Jonas Folger dari tim Monster Yamaha Tech3 berhasil meraih catatan waktu terbaik sekaligus mencetak lap record di tahun 2017 ini dengan catatan waktu 1’45.969. Bravo!

Akan tetapi, pembalap yang berhasil keluar sebagai pemenang adalah Andrea Dovizioso dari tim Ducati yang sekaligus mencetak kemenangan keduanya secara beruntun di GrandPrix Italia sebelumnya. Kemenangannya ini diikuti oleh dua pembalap Repsol Honda Marc Marquez dan Dani Pedrosa di posisi kedua dan ketiga.

Sementara itu, Valentino Rossi dan Maverick Vinales harus puas di posisi ke-8 dan ke-10. Jorge Lorenzo ada di posisi keempat diikuti oleh Johann Zarco dan Jonas Folger di posisi kelima dan keenam. Kedua pembalap dari tim Monster Yamaha Tech3 ini benar-benar mengagumkan dengan hasil balapan ini. Kita lihat di sesi berikutnya bagaimana prestasi kedua rookies MotoGp ini.

Melewati Albert Park, Shanghai, dan Bahrain – Bottas Mengklaim Kemenangannya di Sochi, GrandPrix Rusia

Halo, rekan-rekan F1 sekalian.

F1 tahun ini seru, kan? Sudah empat seri berlalu dan sudah ada tiga pemenang berbeda yang keluar. Siapakah saja mereka? Berikut ulasannya.

1. Grand Prix Australia

Gelaran pertama balap mobil paling bergengsi di dunia kembali di buka di sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia. Sirkuit yang menjadi home race bagi pembalap andalan Red Bull Racing Team, Daniel Ricciardo, justru menjadi mimpi buruk bagi pembalap berusia 27 tahun itu. Menjelang balapan, mobil yang dialami Ricciardo mendadak mogok saat baru keluar dari pit. Belum sempat mencapai grid, Ricciardo dan mobilnya terpaksa diangkut oleh truk untuk kembali memasuki garasi dan mendapatkan pemeriksaan dari para mekaniknya. Penonton kecewa bukan main dengan kinerja tim Red Bull yang menyebabkan Ricciardo akhirnya gagal finish di rumahnya.

P_20170325_155110

Hal ini dimanfaatkan betul oleh tim Ferrari. Vettel yang started dari posisi kedua di belakang Lewis Hamilton yang mencatat waktu 1:22.188 di babak kualifikasi, berhasil menerapkan strategi pit yang cepat dengan timnya dan mengambil alih posisi Lewis. Hal ini merupakan kegagalan bagi tim Mercedes yang menghabiskan waktu lebih lama di pit ketika Lewis masuk. 57 putaran dilalui oleh pembalap dan mengeluarkan Sebastian Vettel sebagai juaranya dengan catatan waktu 1:24:11.672. Lewis harus puas di posisi kedua diikuti oleh rekan satu timnya Valtteri Bottas di posisi ketiga.

P_20170326_120257

Pada Australian Grand Prix kali ini penonton dibuat terpukau dengan kinerja tim Force India Mercedes yang berhasil finish di posisi ke-7 dan ke-10 dengan pembalap andalan mereka Sergio Perez dan Esteban Ocon. Tampilan mobilnya yang berwarna pink terlihat cantik dan cepat di lintasan. Di sisi lain, pembalap baru tim juara dunia musim lalu, Valtteri Bottas, juga menebarkan kesan yang memesona dengan kemampuannya di lintasan. Toto Wolf tidak salah pilih dalam menentukan Bottas sebagai pengganti Nico Rosberg sebab Valtteri memang memiliki potensi yang baik untuk menjadi juara.

P_20170326_121729

 

2. Grand Prix Shanghai

Berselang dua minggu, F1 terbang ke negeri China. Shanghai menjadi tempat kedua yang menggelar balapan mobil F1. Tempat yang pernah menjadi saksi Daniil Kvyat dan Sebastian Vettel berseteru dalam memperebutkan podium kedua tahun 2016 lalu. Namun di tahun ini Kvyat gagal finish dan Vettel pun tidak berhasil mempertahankan kemenangannya. Vettel harus puas di posisi kedua dan menyerahkan tropi kemenangan pada Lewis Hamilton. Nasib baik dialami oleh dua pembalap tim Red Bull Racing, Max Verstappen dan Daniel Ricciardo, yang masing-masing menduduki posisi ketiga dan keempat. Kimi Raikkonen dan Valtteri Bottas finish di posisi kelima.

 

3. Grand Prix Bahrain

Sirkuit internasional Bahrain kembali menggelar kegemerlapan balapan malam bagi F1. Bahrain yang dikenal sebagai sirkuit cepat dan eksentrik ini berhasil diklaim oleh Sebastian Vettel dalam 57 laps dengan catatan waktu 1:33:53.374. Kemenangan Vettel yang kedua kalinya membuat dia kembali memimpin klasemen pembalap dengan 68 poin. Hasil spektakuler diraih oleh Nico Hulkenberg dari tim Renault yang berhasil mendapatkan poin dengan menduduki posisi ke-9.

Terlepas dari kemeriahan dan kegembiraan kemenangan pembalap, tujuh pembalap tidak mampu menyelesaikan balapan. Alonso dan Vandoorne, dari tim McLaren Honda frustrasi dengan keadaan mobil mereka yang tidak kunjung menguntungkan di lintasan. Max Verstappen, Marcus Ericsson, Carlos Sainz, Lance Stroll, dan Kevin Magnussen adalah mereka yang sangat disayangkan harus DNF di BahrainGP.

 

4. Grand Prix Rusia

Rumah bagi Daniil Kvyat mendapatkan kesempatan untuk menggelar balapan keempat Formula1. Sirkuit unik ini memang menjadi awal bagi mimpi buruk  Kvyat di tahun lalu yang dianggap mendorong mobil Vettel hingga keluar lintasan. Hal ini membuat Kvyat diputuskan untuk berganti tempat dengan Max Verstappen dari tim Toro Rosso yang merupakan heartbreakin  bagi Kvyat karena berselang dua seri, dia Max meraih kemenangan pertamanya di Catalunya di atas mobil Kvyat.

Tahun ini, drama Sochi sudah dimulai sebelum balapan di mulai. Fernando Alonso walked away dari mobilnya ketika melakukan formation lap. Lagi-lagi mobilnya mengalami masalah. Setelah lampu hijau dinyalakan, drama di tikungan pertama terjadi di antara Romain Grosjean dan Jolyon Palmer yang ketika menghindari tubrukan dengan mobil lain, Palmer malah mendorong Grosjean keluar dari lintasan dan menabrak dinding pembatas hingga mobilnya rusak. Kedua pembalap ini masih saling menyalahkan untuk kondisi tidak menguntungkan yang dialami oleh mereka. Keterpurukan selanjutnya dialami oleh Ricciardo yang mengalami masalah dengan rem belakang sebelah kanan mobilnya yang terbakar. Keempat pembalap ini akhirnya tidak berhasil menyelesaikan balapan dan kehilangan poin.

Akan tetapi, nasib baik menimpa pembalap baru Mercedes, Valtteri Bottas yang langsung memimpin balapan dan sekaligus mengambil alih posisi Sebastian Vettel yang meraih pole position  pada seri itu. Bottas yang berada di posisi ketiga langsung menerobos ke depan dan menyalip dua pembalap Ferrari, Vettel dan Raikkonen. Lewis Hamilton yang start dari posisi ke-4 tidak mampu mengejar ke-3 pembalap di depannya yang selama 52 putaran berhasil mempertahankan posisinya masing-masing. Pembalap tuan rumah Daniil Kvyat harus puas di posisi ke-12. Sementara itu, hasil mengagumkan lainnya kembali diraih oleh tim Force India yang kedua pembalapnya finish di posisi keenam dan ketujuh. Bravo!

Masalah teknis apa yang dialami oleh Daniel Ricciardo dan tim Red Bull Racing TAG HEUER? Ada apa dengan Alonso dan tim McLaren Honda?

Selanjutnya…

Dari Losail ke Argentina Lalu Austin! Marc Marquez Mematahkan Kemenangan Vinales

Musim 2017 ini, MotoGP kembali dibuka di sirkuit Losail, Qatar. MotoGP hadir dengan formasi baru yang begitu sangat dinanti oleh para penggemar otomotif. Drama yang terjadi di tahun sebelumnya malah membuat MotoGP musim ini semakin asyik untuk diikuti. Dengan pindahnya Iannone ke Suzuki, Lorenzo ke Ducati, Vinales ke Yamaha, dan hadirnya para rookie seperti Zarco dan Rins, serta motor KTM dan Aprillia yang kembali ikut meramaikan ajang balap motor paling bergengsi di dunia ini membuat musim 2017 pantas untuk dinantikan dan menarik untuk terus diikuti.

PA2106072.0008

2017 MotoGP Squad

Tidak salah jika kebanyakan pengamat MotoGP memprediksikan Vinales akan semakin berkembang bersama dengan tim Yamaha Moviestar. Hal ini berhasil ia buktikan dengan meraih kemenangan perdananya di tahun 2017 pada GrandPrix pertama di Qatar. Tidak hanya itu, dia pun kembali memenangkan GrandPrix selanjutnya yang berlangsung di Argentina dua pekan lalu. Publik kembali dibuat terpukau dengan kemampuan para pembalap Spanyol yang begitu mendominasi dunia MotoGP.

Zarco, pembalap asal Perancis, yang masuk ke tim Monster Yamaha Tech 3 di tahun ini juga tidak dapat dipandang sebelah mata oleh para senior-seniornya. Semangat muda dan gayanya yang agresif membuat dia begitu berani bertarung dilintasan dan bahkan sempat memimpin beberapa putaran awal di Qatar. Meski sering kali bersikap ceroboh, dia masih patut diperhitungkan.

Marquez, juara dunia tahun lalu, gagal meraih podium di GP Qatar dan tidak finish di GP Argentina meski sudah mencetak waktu terbaiknya di lintasan. Tetapi harapan dia untuk kembali jaya mulai bersinar lagi di Austin, GP Amerika, yang notabene sirkuit miliki pembalap bernomor 93 itu.

circuit-of-the-americas

Circuit of The America

21 putaran harus dilalui oleh para pembalap di Austin, GP Amerika. Marc Marquez kembali meraih pole position di sirkuit favoritnya diikuti oleh Vinales, Rossi, dan Pedrosa. Sejak dimulainya balapan, Pedrosa memimpin balapan selama beberapa lap yang terus dibuntuti oleh rekan satu timnya, Marquez dan Rossi di posisi ketiga. Zarco yang berada di posisi kelima membalap dengan begitu agresif. Rookie yang satu ini begitu bersemangat mengikuti Vinales yang akhirnya harus keluar dari arena balapan karena terjatuh di tikungan ke 18 pada lap kedua. Nasib sial itu diikuti oleh Karel Abraham yang juga harus terjatuh di lap yang sama.

Di Austin kali ini, Pedrosa menggunakan ban medium untuk ban depannya dan hard untuk ban belakangnya. Berbeda dengan rekan satu timnya yang memutuskan untuk memakai hard pada kedua bannya. Perbedaan itu juga terjadi pada Rossi yang justru memilih ban medium untuk kedua bannya. Umumnya, pembalap di sini memakai ban hard yang disebabkan oleh temperatur udara yang panas sehingga bisa menimbulkan ban cepat habis jika menggunakan ban yang lebih lunak.

Di lap kelima, Zarco mencetak catatan waktu tercepat yaitu 2 menit lima detik lebih cepat dari catatan waktu Rossi yang berada di depannya. Ancaman besar bagi Rossi dari pembalap muda yang begitu berani di lintasan. Berkali-kali dia mencoba melewati Rossi hingga ia pun sempat mendorong Rossi sedikit melebar, keluar dari lintasan. Gaya agresifnya ini malah membuat dia kehilangan celah untuk melewati Rossi yang berhasil menghindar  dari nasib sial akibat sentuhan dengan pembalap muda asal Perancis itu di lap keenam. Namun Rossi malah diberikan penalti tiga detik karena dianggap mengambil keuntungan dari insiden di tikungan keempat yang menyebabkan Rossi mengambil jalan pintas guna terhindar dari kecelakaan.

Di lap keenam ini pula Marquez mulai mencoba mengambil alih posisi Pedrosa yang sedang memimpin balapan. Namun Pedrosa masih pantang menyerah dan memberikan perlawanan yang lebih kepada rekan setimnya itu. Ruginya, ban depan milik Pedrosa mulai sedikit sulit menyesuaikan diri dengan temperatur aspal di lintasan sampai akhirnya Sang Raja Austin pun berhasil mengambil alih posisi pertama di lap ketujuh. Gap antara Pedrosa dan Rossi pun mulai melemah di sektor ketiga dan keempat.

Ketidakberuntungan lainnya kembali dialami oleh Pol Espargaro dari tim KTM  dan juga saudaranya AEspargaro yang mengalami masalah dengan motornya dan harus masuk ke pit. Di sisi lain, Loriz Baz juga harus keluar dari lintasan dan tidak mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan balapan. Selanjutnya, Sam Lowes dan Alvaro Bautista pun ikut terjatuh dan DNF.

Memasuki putaran keempat belas, Marc semakin mantap memimpin balapan dan mencetak catatan waktu terbaik 2:04.103 meninggalkan Pedrosa dan Rossi dibelakangnya. Sementara itu, Lorenzo dan Iannone bertarung sengit memperebutkan posisi ketujuh. Dua pembalap yang sama-sama berada di tim yang baru ini masih mencoba untuk mendapatkan setelan yang pas dengan tunggangan mereka: Iannone yang begitu putus asa untuk bisa finish dengan motor Suzukinya dan Lorenzo yang begitu putus asa untuk kembali masuk ke barisan depan dengan motor Ducatinya. Sisa lima putaran terakhir, keduanya bertarung lebih sengit.

Tidak hanya itu, Cal Crutchlow juga mencoba untuk mengambil alih posisi Zarco yang ada di posisi keempat. Ada juga Rossi yang masih membuntuti Pedrosa di posisi kedua. Namun, sekali lagi dalam balapan bukan hanya soal skil dalam mengendarai, skil dalam menentukan setelan ban dan mesin pun akan memengaruhi di posisi berapa pembalap itu akan finish. Yang menguntungkan bagi Honda di Austin ini adalah mereka memiliki  tenaga kuda yang mampu membuat mereka melesat cepat dilintasan. Tetapi, Rossi dengan motor Yamahanya  akhirnya mampu mengambil alih Pedrosa di dua putaran terakhir sekaligus menutup celah Pedrosa untuk melaluinya lagi. Hal seru lainnya juga terjadi di antara Crutchlow dan Zarco, Iannone dan Lorenzo, serta Petrucci yang saling mengambil alih posisi.

Hingga lap terakhir, Marc Marquez kembali meraih kemenangan di GrandPrix Amerika ini  dengan catatan waktu 43:58.770 diikuti oleh Rossi, Pedrosa, Cal, Zarco, Dovizioso, Iannone, Petrucci, Lorenzo, dan Miller. Hasil ini membuat Rossi memimpin championship dengan poin 56, menggeser rekan satu timnya, Vinales, di posisi kedua yang terpaut enam poin saja. Marquez akhirnya naik ke posisi ketiga dengan poin 38. Dan Yamaha masih memimpin konstruktor diikuti Honda, Ducati, Suzuki, Aprillia, dan KTM.

Lima kemenangan untuk Marc Marquez di Austin!

Shanghai Grand Prix, Chaos!

Preface

image

Gelaran ketiga Formula 1 yang diadakan di Shanghai, Tiongkok, semakin menghadirkan kejutan-kejutan dan kekacauan yang sulit diprediksi. Balapan Minggu kemarin (17/4/2016) tetap berjalan seru, terlepas dari drama-drama yang terjadi di lintasan dan sampai ke podium.

Kualifikasi di hari Sabtu sebelumnya menempatkan Nico Rosberg dari Mercedes sebagai pole position yang diikuti oleh Daniel Ricciardo dan Kimi Raikkonen di posisi kedua dan ketiga. Rosberg dan Ricciardo berhasil mengalahkan catatan waktu Raikkonen di Q1 dan Q2. Sekedar info, kalau sistem kualifikasi F1 kembali ke sistem sebelumnya, bukan lagi sistem eliminasi.

image

Formula 1 Qualification, Shanghai, 2016

Sementara itu, Lewis Hamilton memutuskan tidak ikut berpartisipasi dalam kualifikasi meskipun dia diperbolehkan mengikutinya setelah dengan sanksi turun 5 Grid karena mengganti gear box-nya sebelum balapan di mulai. Tapi di Q1 dia langsung memilih out dan turun dari mobilnya.

Maka, dia menempati posisi terakhir untuk start, di belakang Pascal yang pada waktu Q1 mengalami kecelakaan di lintasan karena kondisi sirkuit yang basah, dan Rio Haryanto yang mampu menempuh catatan waktu terbaiknya untuk berada di posisi ke-20.

Balapan di mulai dengan drama yang terjadi di tikungan pertama. Ricciardo yang berada di posisi kedua langsung melesat dan menggeser Rosberg ke belakang. Nasib sial langsung menimpa Raikkonen yang tertabrak oleh rekan satu timnya, Vettel,  saat membelok di tikungan pertama. Hal yang sama terjadi pada Hamilton yang memulai balapan dari baris belakang, mobilnya pun ikut disenggol sana sini hingga bagian depannya patah. Akibatnya, sirkuit menjadi sedikit kotor karena banyak bagian-bagian dari mobil F1 yang bersenggolan itu berserakan di lintasan. Maka, Safety Car pun keluar.

Safety car langsung dimanfaatkan oleh pembalap-pembalap di barisan belakang untuk masuk pit dan memperbaiki mobil-mobil mereka, termasuk Raikkonen dan Hamilton yang dapat melanjutkan balapan.

image

Vettel menabrak mobil Raikkonen, Chinese GP 2016

Sampai Lap ketiga, Ricciardo masih memimpin balapan sebelum dia mengalami ban pecah. Tetapi dia berhasil membawanya ke pit dan melanjutkan balapan. Rio Haryanto, pembalap kebanggaan Indonesia sempat masuk ke posisi 10 besar. Tetapi karena dia tidak memanfaatkan SC untuk masuk pit, akhirnya dia disusul kembali oleh pembalap pembalap lainnya dan melorot ke posisi belasan, lagi.

Sepuluh lap dari 56 putaran, posisi pembalap benar-benar nampak kacau dan tidak dapat terbaca. Semuanya benar-benar berubah dari posisi start sebelumnya. Kecuali Rosberg yang masih memimpin balapan dengan kalem.

image

Mengejutkan karena Pascal dari tim Manor ada di posisi lima teratas sementara Hamilton dan Raikkonen terjebak di posisi 16 dan 17, di depan Haryanto yang saat itu ada di urutan ke 15. Tapi mau bagaimana lagi, kedua pembalap ini akhirnya melibas Rio juga dan masuk ke lima belas besar sampai ke 10 besar, walaupun tidak pernah lama di posisi lima besar.

Uniknya, Kvyat berhasil menembus dua besar setelah melibas Massa. Begitu pun dengan Vettel yang menerobos masuk keposisi depan setelah melibas pembalap-pembalap di depannya. Yang paling seru adalah ketika ia melibas Alonso dan mendapatkan perlawanan balik dari Alonso yang menempel ketat dibelakangnya. Namun, ambisi Vettel untuk maju ke depan dan berada di posisi ketiga sama sekali tidak dapat dikejar yang lainnya.

image

Ambisi Vettel tidak sampai di situ saja. Di kembali mengancam Kvyat yang berada di posisi kedua. Kvyat yang sama bernafsunya dengan Vettel juga tidak mau kalah. Dia terus menghalangi jalan masuk Vettel untuk menyusulnya. Tapi toh, Vettel berhasil juga menyusulnya dan menempati posisi kedua, terpaut 29 detik dari Rosberg yang sudah tidak mungkin lagi dikejar oleh siapapun.

Sampai balapan berakhir, Nico Rosberg tetap memimpin balapan dan mengklaim kemenangan di Shanghai. Kemenangannya ini sekaligus mengukuhkan posisinya di puncak klasmen.

image

Hamilton tidak mampu menembus posisi lima besar. Belum pasti apa yang terjadi dengannya sampai  disusul oleh Ricciardo, Massa, dan Raikkonen. Pembalap andalan Indonesia berhasil finish  di posisi ke-21. Meski balapan diwarnai banyak drama, untunglah semua pembalap berhasil menyelesaikan 56 putaran di Shanghai ini.

Selamat untuk Rosberg, Vettel, dan Kvyat yang meraih podium keduanyanya di balapan F1.

image

Podium F1 Shanghai, 2016

Austin Memang Milik Marc Marquez

Minggu (10/April/2016), Circuit de America menjadi sirkuit ketiga yang menggelar balapan MotoGP musim ini. Cuaca yang cerah menjadi nilai plus dan membuat balapan semakin menarik.

image

Warm- up lap #AmericasGP

Barisan depan diisi oleh Marc, Jorge, dan Valentino. Semua mata tertuju pada ketiganya: mengharapkan akan adanya aksi susul-menyusul menarik yang dilakukan oleh ketiga pembalap kelas raja tersebut dalam 21 putaran. Hingga bendera merah meninggalkan sirkuit dan lampu hijau menyala, Lorenzo langsung melesat ke depan sampai pada tikungan pertama ia melakukan kesalahan dengan sedikit melebar dan memberikan celah untuk Marc kembali memimpin di depan. Sejak tikungan pertama, posisi pembalap mulai menjadi chaos.

image

Pertarungan terjadi di belakang Marc antara Lorenzo, Rossi, Pedrosa, A.Espargaro, Ianone, Dovizioso, dan Vinales. Semuanya salin berebut posisi teratas. Rossi yang berada di posisi ketiga berusaha mempertahankan posisinya pada saat itu. Di putaran dua pada tikungan kedua, nasib sial menimpa Valentino Rossi yang kala itu membuntuti rekan satu timnya. Rossi terjatuh dari motornya dan tidak dapat melanjutkan balapannya.

image

Rossi tampak kesal karena harus terjatuh di balapan penting itu

Kejadian itu membuat beberapa pendukung Rossi kecewa tentunya. Namun balapan tetap berlangsung seru. A.Espargaro berulang kali mencoba memasuki barisan depan. Pemilihan ban soft untuk bagian depan dan belakang membuatnya dapat memacu cepat motorya di lintasan. Belum lagi Suzuki memang sedang dalam performa terbaik mereka awal musim ini.

Akan tetapi, rentetan drama mulai terjadi di belakang Marc yang tetap memimpin balapan. Di lap keenam, Pedrosa kehilangan kendali saat akan menyusul Dovizioso setelah melihat peluang karena Dovizioso melakukan kesalahan dengan melebar ditikungan. Yang terjadi adalah Pedrosa menyeret Dovizioso keluar dari lintasan karena terlalu memaksakan motornya masuk ke dalam. Nasib sial lagi-lagi menimpa Dovizioso setelah sesi sebelumnya di Argentina hal yang sama terjadi padanya dengan rekan satu timnya.

image

Pedrosa meminta maaf pada Dovizioso

Pedrosa langsung berlari dan menghampiri Dovizioso yang tampak tak berdaya di pinggir lintasan. Ia meminta maaf kepada Dovizioso. Hal yang mengharukan, bukan? Keadaan keduanya baik-baik saja. Pedrosa kembali melanjutkan balapa dan menempati posisi 18. 

Hal yang sama terjadi pada Bradley Smith dan Cal Crutchlow. Cal kembali melanjutkan balapan, menemani Pedrosa di barisan belakang.

Tersingkirnya Rossi, Pedrosa, dan Dovizioso dari barisan depan, membuat Lorenzo dan Ianone berada di posisi kedua dan ketiga. Suzuki menempati posisi keempat dan kelima yang mana A.Espargaro dan Vinales berebut posisi terdepan.

Meskipun mampu melanjutkan balapan hingga usai, Pedrosa menghentikan balapnya di lap ke 11 dan langsung masuk ke garasi. Bukan karena masalah mesin motornya, tetapi karena rasa bersalahnya yang menyeret Dovi keluar lintasan bersamanya. Ia langsung mendatangi garasi Ducati dan menghampiri Dovi yang saat itu tampak sangat terpukul dengan kondisinya. “Aku benar-benar meminta maaf pada tim Ducati dan khususnya kepada Dovizioso karena menyeretnya keluar dari lintasan,” ungkap Pedrosa.

Seolah tidak menghiraukan kejadian-kejadian di belakangnya, Marc terus memimpin balapan selama 21 putaran tanpa halangan. Dia kembali mengklaim Austin dengan memenangi balapan selama 4 musim berturut-turut sejak kedatangannya di kelas raja.

image

Marc Marquez kembali mengklaim Austin

Siapa yang mampu menghentikan Marc Marquez di sini? Siapa yang mampu mematahkan rekornya di Austin? Sampai saat ini belum ada kecuali ambisi tinggi dari para pembalap lainnya untuk menghentikan aksinya di Amerika.

Sementara itu, Vinales yang memanfaatkan pemilihan ban Mediumnya untuk bagian depan, berhasil menyusul rekan satu timnya dan menempati posisi ke empat. Suatu hasil yang membanggakan untuk Suzuki. Selamat ya.

image

MotoGP selfie

Dan podium di Americas Grandprix kali ini diisi oleh wajah-wajah ceria Marc, Lorenzo, dan Ianone. Ketiganya menyatakan puas dengan posisi yang mereka raih setelah berjuang habis-habisan meraihnya. Ianone mendedikasikan podiumnya untuk seluruh kru tim Ducati yang telah berjuang bersamanya.

Hasil balapan kali ini membuat Marc tetap berada di posisi teratas klasemen. Suatu hal yang berbahaya bagi pembalap lain yang juga mengincar title juara dunia musim ini.

Bagaimana aksi selanjutnya? Nantikan kehadiran riders favoritmu di Jerez, Spanyol 24 April mendatang.